<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>kupukupuku</title>
	<atom:link href="http://kupukupupink.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kupukupupink.wordpress.com</link>
	<description>when words are unspoken, they should be written</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jun 2009 03:25:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kupukupupink.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/360dba6b62a1d84bf99860ffb6b7df7b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>kupukupuku</title>
		<link>http://kupukupupink.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>belum ada yang bisa kusampaikan,&#8230;</title>
		<link>http://kupukupupink.wordpress.com/2009/06/09/belum-ada-yang-bisa-kusampaikan/</link>
		<comments>http://kupukupupink.wordpress.com/2009/06/09/belum-ada-yang-bisa-kusampaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 03:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupukupupink</dc:creator>
				<category><![CDATA[nikah & cerai]]></category>
		<category><![CDATA[reborn]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[perceraian]]></category>
		<category><![CDATA[sakit hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupukupupink.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[dia tidak suka minum kopi, mantan suamiku itu. tidak berubah dari sejak kami bersama, maka beberapa bulan yang lalu ketika aku ketemuan dengannya di sebuah kedai kopi di dekat kantorku, iapun memilih untuk tidak memesan apa-apa.
kejadiannya sudah sekitar enam bulan yang lalu, cukup lama setelah kami resmi bercerai. kamipun berbincang-bincang sederhana. tentang pekerjaanku secara garis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=46&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>dia tidak suka minum kopi, mantan suamiku itu. tidak berubah dari sejak kami bersama, maka beberapa bulan yang lalu ketika aku ketemuan dengannya di sebuah kedai kopi di dekat kantorku, iapun memilih untuk tidak memesan apa-apa.</p>
<p>kejadiannya sudah sekitar enam bulan yang lalu, cukup lama setelah kami resmi bercerai. kamipun berbincang-bincang sederhana. tentang pekerjaanku secara garis besar, pacar baruku secara garis besar, keluarganya secara garis besar, dan semuanya hanya garis besar basa basi belaka.</p>
<p>tetapi pertemuan itu tidak aku atur hanya untuk berbasa-basi. aku melakukannya untuk menjawab satu pertanyaan: &#8220;apakah aku sudah siap untuk memulai hubungan baru dengan laki-laki lain?&#8221;</p>
<p>maka salah satu indikator yang aku tetapkan adalah: &#8220;kalau aku bisa bersikap dan berperasaan biasa-biasa saja, tanpa sedih tanpa rindu dan tanpa marah, maka aku sudah lepas dari mantanku, dan aku siap untuk memulai hubungan baru&#8221;.</p>
<p>dan bersyukurlah aku.</p>
<p>pembicaraan yang hanya sekitar satu jam itu memantapkan aku untuk bergerak maju, meninggalkannya, dan siap membuka bab baru dalam hidupku bersama laki-laki yang luar biasa yang hingga hari ini berjalan bersamaku.</p>
<p>tetapi ketika kopi di cangkirku sudah dingin dan tinggal memenuhi seperempat cangkir, iapun berkata:</p>
<p>&#8220;waktu itu, aku pernah bilang sama kamu&#8230; kalau kamu sudah bisa memaafkanku, tolong beritahu aku&#8230;&#8221;</p>
<p>dan aku hanya menjawab: &#8220;ya, aku ingat. dan sampai saat ini, belum ada yang bisa kukatakan&#8230;&#8221;</p>
<p>ia tersenyum. aku juga. betapa aneh rasanya menjadi orang dewasa. kami dapat bercakap-cakap dengan damai, walaupun sebenarnya hati belum memaafkan.</p>
<p>dan sampai hari ini, belum ada yang bisa saya sampaikan kepadanya. walaupun saya sangat bahagia dan bersyukur karena Allah mengobati luka saya, menggantikan sakit dan kehancuran saya dengan pekerjaan, calon suami, sahabat dan keluarga yang luar biasa;</p>
<p>belum ada yang saya perlu sampaikan kepada mantan suami saya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupukupupink.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupukupupink.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kupukupupink.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kupukupupink.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kupukupupink.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kupukupupink.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kupukupupink.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kupukupupink.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kupukupupink.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kupukupupink.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=46&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupukupupink.wordpress.com/2009/06/09/belum-ada-yang-bisa-kusampaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/689c494f6b330d7fdc27aa4c3674663f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupukupupink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kamu hanya manusia biasa</title>
		<link>http://kupukupupink.wordpress.com/2009/06/08/kamu-hanya-manusia-biasa/</link>
		<comments>http://kupukupupink.wordpress.com/2009/06/08/kamu-hanya-manusia-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 06:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupukupupink</dc:creator>
				<category><![CDATA[nikah & cerai]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[perceraian]]></category>
		<category><![CDATA[sakit hati]]></category>
		<category><![CDATA[tanggung jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupukupupink.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[email untuk (mantan) suami yang saya kirimkan bulan April 2007 ketika sudah mulai serius berselingkuh
ketika untuk pertama kalinya Jibril mensuarakan &#8220;Iqra&#8221; kepada Muhammad di Gua Hira&#8217;, Muhammad merasa ragu apakah orang akan percaya bahwa dia telah mendapat wahyu, atau mereka hanya akan menganggap dirinya gila.
ketika saat Khadijah mendengar cerita sang Rasul, istri yang sangat cerdas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=44&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>email untuk (mantan) suami yang saya kirimkan bulan April 2007 ketika sudah mulai serius berselingkuh</p>
<p><em>ketika untuk pertama kalinya Jibril mensuarakan &#8220;Iqra&#8221; kepada Muhammad di Gua Hira&#8217;, Muhammad merasa ragu apakah orang akan percaya bahwa dia telah mendapat wahyu, atau mereka hanya akan menganggap dirinya gila.<br />
ketika saat Khadijah mendengar cerita sang Rasul, istri yang sangat cerdas dan rasional itupun mengatakan: Kalaupun ada di dunia ini yang menganggap kamu gila, maka aku tidak termasuk diantara mereka. aku mempercayai perkataanmu, Muhammad.</p>
<p>sepotong kisah itu sangat penuh inspirasi.<br />
selama ini aku seringkali melihatmu mengambil jalan yang membingungkan. tetapi aku tidak mau dan tidak akan pernah mencoba membunuh aspirasi dan impianmu. sebaliknya, segila apapun itu, aku selalu merasa bahwa itulah makna keberadaanku untuk seorang suamiku, hanya seorang, bukan siapa-siapa.<br />
itulah mengapa, aku merasa begitu berartinya kebersamaan kita.</p>
<p>selanjutnya kisah yang lain adalah ketika Rasulullah wafat, begitu banyak orang meratapinya. tetapi Umar, sahabat beliau mengingatkan sepenggal ayat Al-Qur&#8217;an yang menyatakan bahwa Muhammad adalah manusia biasa.</em><br />
<em>dan apalagi kamu, suamiku.</em></p>
<p><em>Betapa manusia biasanya engkau.</em><br />
<em>no one will ever love you like i do, suamiku. Aku pastikan itu</em></p>
<p><em>jadi jangan pernah tinggalkan aku, karena kamu akan sedih, kamu akan kehilangan begitu banyak hal yang sepatutnya bisa dicapai bersama-sama denganku</p>
<p></em></p>
<p><em>oleh karena itu,<br />
jangan bertingkah aneh-aneh, jangan sembarangan memperlakukanku. karena itu hanya membuat kamu semakin kehilanganku, merindukanku.</p>
<p>sementara aku di sini masih tidak menyerah, tidak patah walau menjadi korban kejahatanmu.</p>
<p>bagaimana dengan kamu?<br />
semoga kamu lekas sembuh</p>
<p>regards,<br />
istrimu</em></p>
<p><em>(hidup memang sulit, kan?)</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupukupupink.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupukupupink.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kupukupupink.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kupukupupink.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kupukupupink.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kupukupupink.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kupukupupink.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kupukupupink.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kupukupupink.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kupukupupink.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=44&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupukupupink.wordpress.com/2009/06/08/kamu-hanya-manusia-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/689c494f6b330d7fdc27aa4c3674663f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupukupupink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pastilah kamu merasa hebat</title>
		<link>http://kupukupupink.wordpress.com/2009/06/08/pastilah-kamu-merasa-hebat/</link>
		<comments>http://kupukupupink.wordpress.com/2009/06/08/pastilah-kamu-merasa-hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 06:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupukupupink</dc:creator>
				<category><![CDATA[nikah & cerai]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[perceraian]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[sakit hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupukupupink.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[dari sent-item email saya di Ramadhan tahun 2007, sehari setelah saya dimaki-makin via telpon karena &#8220;cari-cari alasan untuk menelpon suami saya&#8230;pakai alasan bayar zakat segala,&#8221;&#8230;
Suamiku,
yang aku bayangkan adalah kamu pastinya sangat bangga bisa menanggapi smsku dengan begitu ketusnya,
membentakku di telpon dengan begitu angkuhnya,
dan tidak pernah menanggapi niat yang &#8211; kalau tidak baikpun, setidaknya bukan niat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=42&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>dari sent-item email saya di Ramadhan tahun 2007, sehari setelah saya dimaki-makin via telpon karena &#8220;cari-cari alasan untuk menelpon suami saya&#8230;pakai alasan bayar zakat segala,&#8221;&#8230;</p>
<p><em>Suamiku,</p>
<p>yang aku bayangkan adalah kamu pastinya sangat bangga bisa menanggapi smsku dengan begitu ketusnya,</em></p>
<p><em>membentakku di telpon dengan begitu angkuhnya,</em></p>
<p><em>dan tidak pernah menanggapi niat yang &#8211; kalau tidak baikpun, setidaknya bukan niat yang buruk &#8211; dengan cara yang sewajarnya</em><br />
<em>pasti membuatmu nampak gagah di hadapannya, sebab aku yakin kamu melakukan semua itu di hadapannya.<br />
pasti membuatmu nampak jantan, di mana kamu bisa kejam terhadap orang lain.</em></p>
<p><em>pasti membuatmu nampak begitu romantisnya, menghardik istrimu di hadapan (bukan lagi) gadis yang kau pertahankan walau harus memusuhi dunia. Dunia yang sebenarnya tidak pernah memusuhimu<br />
pasti tidak ada lagi yang menghalangkan kalian, dan kamu pasti merasa begitu perkasanya..</p>
<p>tapi entahlah suamiku, di mataku, kamu tidak lain adalah mahluk bingung yang tidak tahu pada apa sebetulnya kamu bersandar,</em></p>
<p><em>di landasan apa kamu dirikan filosofi hidup kamu,</em></p>
<p><em>entah suamiku&#8230;tapi kamu hanya menampakkan kelemahanmu di hadapanku.<br />
dan aku sangat sedih dan berdosa menyaksikannya&#8230;</em></p>
<p><em>maafkan aku yang menyeretmu sampai pada tragedi ini semua..<br />
semoga suatu hari kamu bisa memaafkanku, mungkin pada hari itu kamu juga berterima kasih kepadaku karena tidak bersamamu lagi.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>hanya dengan maaf dari orang yang kita sakitilah, Allah memaafkan kita.</p>
<p>suamiku,<br />
ini bukan sindiran, hanya mengungkapkan rasa yang asing ini, asing akan kamu, asing akan diriku, dan semua yang terjadi di antaranya.</em></p>
<p><em>Kita tidak berteman, suamiku. dan aku tidak berminat untuk berteman dengan orang yang hobi menghinakan diriku&#8230; mohon maaf, tetapi teman adalah orang yang sepatutnya membuatmu merasa berharga, bukan disanjung dan dipuja, tetapi dihargai.</em></p>
<p><em>kita sudah sama2 dewasa untuk memahami perbedaannya.</p>
<p>akhirnya aku menghentikan semua kontak, sms pun berhenti terkirim untuk kamu.</em></p>
<p><em>semata-mata karena aku mempertimbangkan bahwa ini adalah permintaan suami, dan aku harus mengikutinya karena tidak bertentangan dengan aqidah (tidak meng-sms suami tidak menjadikan aku kafir), dan juga aku tidak menyebabkan suamiku berbuat dosa, insya Allah (membentak istri dan menyuruhnya mengurus urusan sendiri di masa iddah)..</em></p>
<p><em>jadi lebih baik aku simpan niat untuk menjalankan peran sebagai istri dalam hati, di sini, jauh dari kamu.</p>
<p>suamiku,<br />
sudah hampir berakhir Ramadhan tahun ini,<br />
walau kamu bilang ini adalah Ramadhan terburuk, jangan pernah putuskan doa untuk meminta semoga tahun depan akan jauh lebih baik,<br />
amin</p>
<p>salam hormat,<br />
istrimu (suka atau tidak)</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupukupupink.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupukupupink.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kupukupupink.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kupukupupink.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kupukupupink.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kupukupupink.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kupukupupink.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kupukupupink.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kupukupupink.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kupukupupink.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=42&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupukupupink.wordpress.com/2009/06/08/pastilah-kamu-merasa-hebat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/689c494f6b330d7fdc27aa4c3674663f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupukupupink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>dari jurnal akhir tahun 2007</title>
		<link>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/09/16/dari-jurnal-akhir-tahun-2007/</link>
		<comments>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/09/16/dari-jurnal-akhir-tahun-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 04:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupukupupink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupukupupink.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Desember 2007 adalah bulan yang indah (dibandingkan bulan-bulan sebelumnya di tahun itu). Memang sepertinya hedon ya, banyak bencana di Indonesia, saya malah bilang gitu. Tapi setelah 11 bulan yang panjang dan melelahkan buat saya, akhirnya puncak acaranya satu bulan penuh saya diberi kebahagiaan.
Di 29 Desember tahun itu, mantan suami saya (yang belum resmi bercerai, tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=35&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Desember 2007 adalah bulan yang indah (dibandingkan bulan-bulan sebelumnya di tahun itu). Memang sepertinya hedon ya, banyak bencana di Indonesia, saya malah bilang gitu. Tapi setelah 11 bulan yang panjang dan melelahkan buat saya, akhirnya puncak acaranya satu bulan penuh saya diberi kebahagiaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di 29 Desember tahun itu, mantan suami saya (yang belum resmi bercerai, tapi masa iddah sudah selesai), datang sekitar jam 11 malam ke rumah saya. Tentu saya menyambutnya dengan dingin tanpa canda dan ramah tamah seperti dulu. Pertama, saya tidak suka ada yang men-vita comply, dan ini sering dilakukannya. &#8220;Gw dah depan rumah lo nih, bukain pintu dong&#8230;&#8221;<br />
Kedua, saya sudah berkali-kali bilang bahwa saya butuh waktu sendiri tanpa gangguannya. Dan saya tegaskan kembali bahwa waktunya bagi saya dan dia untuk kembali berteman. Kalo giliran dia yang bermasalah, kreatif lah cari teman, jangan datang dan curhat ke saya.<br />
Malam itu dia datang ujan-ujanan. Dia tak bergeming mendengar kalimat demi kalimat yang dingin dan datar dari mulut saya, sampai akhirnya harus saya tanya: &#8220;ada apa sebenarnya datang ke sini?&#8221; nonsense lah kalo cuma mau nengok saya saja. Terlalu gampang ditebak, mantan suami saya itu. Dan sudah tidak bangga kalau tebakan saya benar, bahwa dia sedang berantem lagi dengan pacarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Well, singkat kata singkat cerita (karena saya akhirnya ngobrol sampai jam 4 pagi); dia mau putus sama pacarnya, katanya. Dia sudah berkali-kali meminta putus, tapi pacarnya tidak pernah mau. Malam itu dia seperti disadarkan bahwa dia tidak seharusnya bersama perempuan itu, dan menyadari bahwa bagaimanapun juga, memutuskan untuk menceraikan saya adalah keputusan salah, dan dia sampai nangis2 mengatakan bahwa dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri atas apa yang dia lakukan. Puncak acaranya, dia dangdutan hehehe&#8230;(ngga mau terlalu berapi-api nih, jadi perlu pake intermezzo)&#8230; dia mengatakan bahwa dia berkeinginan untuk balik sama saya! Memang dia tidak secara eksplisit meminta saya balik, tapi saya tahu betul gaya bahasa mantan saya, dan sebaiknya, sebelum dia benar-benar meminta, I did what I had to. I told him that I didn&#8217;t want him to come into my life, ever. I told him quietly, bitterly, with tears hanging on the corner of my eyes. I told him that whatever he was doing to leave her or not to leave her, to come back to his family, to do more ibadah and whatever,&#8230; &#8220;lakukanlah demi diri kamu sendiri, bukan untuk aku, bukan untuk kembali ke aku. Tapi ke masa depan kamu&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Then we both cried. Dia mengaku sedih sekali. Dia menyesal, dan dia bilang kalau ada jalan, dia tidak peduli seberapa lama, dia akan cari terus saya untuk tahu apakah pada saat itu saya mau menerimanya kembali. Dan saya memohon agar dia tidak pernah melakukan itu, I made him promise not to do that. &#8220;Jangan terobsesi, (nama mantan). Kalau itu masih ada di dalam kepala kamu, maka kamu tidak akan bisa bergerak maju. Kamu tidak akan bahagia. Kamu harus ikhlaskan semuanya&#8230; we are over. Memang kalau memang Allah kehendaki, bisa aja kita sama-sama lagi. Tetapi jangan pernah berharap&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sedih sekali, seperti kebalik keadaannya, saya yang meninggalkan dia, tidak memberinya kesempatan lagi. I love him still, I love him so much at that rainy night, as much as the time when I married him. But love is never enough. Itu yang saya pelajari, that beyond love, I still need respect, honor, and commitment.</p>
<p style="text-align:justify;">Esokannya saya menangis-nangis seharian, kembali merasa begitu jahatnya karena tidak memberikan kesempatan kepada mantan saya, padahal dia sudah menyesal dan mau bertobat. Tapi saya benar-benar tidak bisa. Bukan hati saya yang menolak, tapi kepala saya. 1) Saya tidak boleh bias antara kasihan dengan sayang. Malam itu saya jauh lebih kasihan kepada dia yang menurut omongannya, seperti terperangkap untuk terus bersama perempuan itu; 2) Kepercayaan saya sudah habis bersama habisnya semua energi untuk memikirkan dan menyesali apa yang terjadi dalam 2007. Saya tidak percaya dia seperti halnya saya tidak percaya diri saya sendiri, apakah saya bisa mengendalikan diri ataukan saya masih akan menggunakan aksi2 fisik (memukulnya, menampar, dan melempar benda-benda), apakah saya masih melihat dirinya sebagai orang yang sama, dan&#8230; terlalu banyak traumatic moments yang harus saya sembuhkan sebelum mengikuti keinginan hati yang begitu merindukannya. 3) Saya tidak rela kalau masih harus mencurahkan semua diri saya ke masalah rumah tangga. Saya punya cita-cita yang tidak bisa saya abaikan gitu aja. Dan kembali ke dia adalah satu tindakan yang takes too much energy, time, and concentration. Maka saya tidak bisa memberikan harapan kepadanya. Tidak boleh. Sekali saya tahu saya tidak mau, jangan sok mau. Dan kalau mau, jangan sok nolak. Itu prinsip saya yang seringkali dianggap ‘murahan&#8217; atau ‘gampangan&#8217; sama cewek2 lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi Allah Maha Baik. Dua hari setelah 29 desember itu, saya ke Pondok Indah Mall bersama teman-teman SMA saya. Lagi duduk2 ngopi, dari jauh saya dan temen2 saya yang juga mengenal mantan saya, melihat mantan saya itu jalan bersama pacarnya, bergandengan tangan.<br />
Allah Maha Bijaksana, saya tidak dibiarkan terlalu lama merasa bersalah atau merasa jahat karena tidak memberikan dia kesempatan dan menerimanya kembali. Allah menunjukkan kepada saya secara kasat mata, bahwa sudah tidak perlu lagi saya percaya kepadanya. Dan saya lega banget, bersyukur karena Allah melindungi saya dari kesia-siaan bersamanya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kupukupupink.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kupukupupink.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupukupupink.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupukupupink.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kupukupupink.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kupukupupink.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kupukupupink.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kupukupupink.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kupukupupink.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kupukupupink.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kupukupupink.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kupukupupink.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=35&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/09/16/dari-jurnal-akhir-tahun-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/689c494f6b330d7fdc27aa4c3674663f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupukupupink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kenapa &#8220;masih&#8221;?</title>
		<link>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/09/16/32/</link>
		<comments>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/09/16/32/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 04:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupukupupink</dc:creator>
				<category><![CDATA[nikah & cerai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupukupupink.wordpress.com/2008/09/16/32/</guid>
		<description><![CDATA[Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada mbak-mbak yang sudah merespon postingan saya terakhir tentang doa ‘jahat&#8217; yang masih saya minta&#8230;
Tulisan yang terlalu singkat itu memang jelas-jelas menggambarkan dendam yang mungkin seharusnya sudah luntur mengingat perceraian saya pun sudah beberapa bulan berlalu.
Ya, 14 Februari 2008 memang seharusnya menjadi akhir segala urusan saya dengan mantan suami, tetapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=32&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada mbak-mbak yang sudah merespon postingan saya terakhir tentang doa ‘jahat&#8217; yang masih saya minta&#8230;<br />
Tulisan yang terlalu singkat itu memang jelas-jelas menggambarkan dendam yang mungkin seharusnya sudah luntur mengingat perceraian saya pun sudah beberapa bulan berlalu.<br />
Ya, 14 Februari 2008 memang seharusnya menjadi akhir segala urusan saya dengan mantan suami, tetapi pada kenyataannya masih ada ‘remah-remah&#8217; sisa hubungan kami yang harus diselesaikan; dan urusan-urusan sepele ini malah tidak jarang menimbulkan geram di hati saya.</p>
<p>Mulanya ia berjanji di hadapan orangtuanya dan keluarga saya, ketika ia menjatuhkan talak satu siang hari itu. Ia berkata: &#8220;Segala urusan kuliah (nama saya) menjadi tanggung jawab saya. Saya akan berjanji akan membiayai urusan kuliah sampai (nama saya) selesai.&#8221;<br />
Kemudian di bulan Januari 2008 ketika saya berada di negeri jiran untuk menyelesaikan kuliah saya, janji itu belum dapat dipenuhinya. Ia menelpon saya, memohon maaf karena saat itu kondisi keuangannya sangat sulit, dan saya merasa iba. Sayapun meminta izinnya untuk menjual HP saya yang dibelikan olehnya setahun yang lalu. Karena saat itu saya belum dapat kerja dan saya harus membayar sewa asrama, makan dan sebagainya biaya kehidupan sehari-hari, akhirnya Nokia 9300i yang penuh kenangan itupun saya jual kepada teman saya. Syukurlah di bulan Februari akhirnya saya dapat posisi asisten peneliti lagi. Bersyukur juga saya punya room mate; tidak jarang saya pinjam uang dia ketika tanggung bulan.<br />
Ketika saya kembali ke tanah air di bulan Juni, saya mendengar kabar bahwa ia telah beli mobil VW Caravel (dan itu dibeli sudah beberapa bulan, tepatnya ketika ia menelopn dan mohon pengertian saya). Ckckckck&#8230; keuangan ketat, kononnya.</p>
<p>Kemudian masalah harta. Hmph, ini masalah yang bisa membuat manusia lebih rendah dari binatang. Di hadapan pengadilan, (katanya) dia punya janji-janji untuk mengganti sejumlah uang kepada saya, yang nominalnya terus terang tidak kecil buat pengangguran semacam saya (hehe). Uang itu adalah bagi hasil bisnis yang dijalankannya bersama saya ketika kami bersama. Walaupun saya tidak pernah hiraukan urusan uang itu, tetapi mantan saya selalu maksa: &#8220;please lah, gue tau ini tidak bisa menebus kesalahan gue, tapi mungkin bisa ngurangin sedikit rasa bersalah gue. Lagipula itu hak elo kok&#8230;&#8221; begitu katanya selalu. How generous! (ditulis dengan nada sinis).<br />
Setelah sekian lama humbar-humbar kebaikan hatinya, suatu hari datanglah e-mail dari dia, menanyakan nomor rekening saya sebab dia mau transfer, katanya. Begitu juga mas kawin saya (yang ini memang saya harus tagih, karena itu jelas hak saya. Kalau saya mendiamkan orang berhutang, saya ikutan dihitung dzalim), dia akan ganti gelang emas itu dengan uang, katanya. Walaupun saya sangat kecewa mendengarnya dan berkata: &#8220;Kamu tahu, ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa digantikan dengan uang. Selain ‘maaf&#8217;, mas kawin juga masuk dalam list saya&#8230;&#8221; tapi ya sudahlah, mengingat kondisi saya yang juga perlu duit (hiks, susah ya cari kerja di Indonesia ~^^) saya kasih saja nomor rekening saya ke dia.</p>
<p>Setelah nomor rekening sudah saya kasih, dan secara manusiawi hati saya mulai ngarep2 dapet rejeki,&#8230; seminggu&#8230;dua minggu&#8230; tidak ada kabar dari dia sama sekali. Pengennya saya sms atau telpon dia dengan style penagih utang yang lemah-lembut: &#8220;kalau sudah transfer kabarin ya, biar saya cek&#8230;&#8221; . tapi mustahil dia mau dan bisa angkat telpon dari saya, karena sekarang HPnya ada di tangan badan sensornya yang tidak lain adalah pacarnya.</p>
<p>Akhirnya dia telpon saya suatu pagi, minta maaf (lagi) karena belum bisa transfer karena belum ada uang dan masih banyak hutang ke orang lain, katanya. Jadi dia minta kemurahan hati saya untuk memberikan kesempatan kepadanya untuk mendahulukan keperluan bisnisnya. Seperti biasa actingnya sebagai cowok baik-baik yang tulus dan kesusahan sukses menipu saya lagi. &#8220;Tapi pasti aku bayar&#8230;&#8221; begitu katanya dengan menghela nafas panjang.<br />
Terus terang saya penasaran raut mukanya ketika dia berakting begitu.</p>
<p>Esokannya saya bertemu dengan salah satu ‘significant other&#8217; mantan saya ini. Info dari dia sangat akurat pastinya. Dan ketika saya menghabiskan lebih dari 2 jam bersama perempuan hitam manis ini, dengan emosi dia bercerita kalau hidup mantan saya beserta pacarnya itu sangat bermegah-megahan. &#8220;Gila ya, gue selama belom kerja ngga akan berani pakai tas ‘Guy Laroche&#8217; (maap kalau salah ngeja, maklum saya ngga familiar dengan benda-benda tersebut) atau LV kaya tu anak (18 tahun lulusan SMA dan ‘masih&#8217; menunggu nasib tahun depan untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi negri di Bandung&#8230; sebab tahun ini tidak lolos). Harganya kan ngga sejutaan, lima jutaan! Belom lagi di mobil VW nih gw liat, make-upnya komplit dan merk-merknya luar negri semua dah!&#8221;</p>
<p>Saya sirik? Insya Allah tidak. Selama bersama mantan saya atau bersama siapapun termasuk saat tidak bersama siapa-siapa, perkara-perkara fancy stuff tidak pernah mampir di kepala saya. Syukurlah saya tidak bermimpi untuk pakai barang-barang mahal dan naik mobil mewah. Saya malah seringnya malu karena seringkali barang yang melekat di badan saya adalah pemberian orang lain. Bahkan saya pernah marah ketika dia kasih jam tangan, karena saat itu saya yang masih kuliah belum bisa beli sendiri. Yah, saya termasuk ‘orang miskin yang sombong&#8217; kali ya ~^^.<br />
Tidak pernah saya membahas make-up, tas-tas branded, dan lain-lain barang2 lantai dasar Plaza Senayan. Yang ada saya berusaha menularkan filosofi alm.ibu saya kepadanya: &#8220;Yang hebat tuh, kalau orang sudah kaya raya tapi masih bisa hidup sederhana; soalnya kalau orang kaya hidupnya mewah mah biasa&#8230;&#8221;</p>
<p>Jadi bukan iri, bukan dengki, tapi saya memang marah atas tipu dayanya. &#8220;Tidak punya uang, belum bisa mengembalikan mas kawin, mohon pengertiannya&#8230;&#8221;<br />
Duh duh, hati-hati mas, jangan menipu daya hak orang lain! Lebih baik jual aja jam tangan Tag Heuer-nya untuk bayar hutang daripada ngantongin E90, sepatu jutaan rupiah, mobil mentereng dan pacar bermerk tapi hak orang lain dianiaya. Toh mas kawin saya harganya ngga beda jauh dari tas pacarnya situ kok.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kupukupupink.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kupukupupink.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupukupupink.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupukupupink.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kupukupupink.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kupukupupink.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kupukupupink.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kupukupupink.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kupukupupink.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kupukupupink.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kupukupupink.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kupukupupink.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=32&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/09/16/32/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/689c494f6b330d7fdc27aa4c3674663f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupukupupink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>masih&#8230;</title>
		<link>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/08/19/masih/</link>
		<comments>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/08/19/masih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 08:28:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupukupupink</dc:creator>
				<category><![CDATA[nikah & cerai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupukupupink.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[doa saya masih sama,
Ya Tuhanku,
jangan pisahkan mereka di muka dunia ini.
biarkan mereka bersama sampai akhir hayat mereka
namun
jangan berikan mereka kebahagiaan sedetikpun&#8230;
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=30&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>doa saya masih sama,</p>
<p>Ya Tuhanku,</p>
<p>jangan pisahkan mereka di muka dunia ini.</p>
<p>biarkan mereka bersama sampai akhir hayat mereka</p>
<p>namun</p>
<p>jangan berikan mereka kebahagiaan sedetikpun&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kupukupupink.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kupukupupink.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupukupupink.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupukupupink.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kupukupupink.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kupukupupink.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kupukupupink.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kupukupupink.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kupukupupink.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kupukupupink.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kupukupupink.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kupukupupink.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=30&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/08/19/masih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/689c494f6b330d7fdc27aa4c3674663f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupukupupink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>dari hillside sepang circuit</title>
		<link>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/06/20/dari-hillside-sepang-circuit/</link>
		<comments>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/06/20/dari-hillside-sepang-circuit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 12:35:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupukupupink</dc:creator>
				<category><![CDATA[reborn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupukupupink.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Dari Hillside (Gate C2) Sepang Circuit siang itu di bulan Maret, saya mencoba untuk telpon mantan suami saya (blame me, tapi kami memang masih suka ngobrol2 sebenernya, secara rahasia karena dia ga mau ketauan sama pacar d/h simpenannya) dan ceritanya mau pamer suara gemuruh mesin-mesin si ceper-ceper yang super kenceng dan super keren itu. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=28&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari <em>Hillside (Gate C2) </em>Sepang Circuit siang itu di bulan Maret, saya mencoba untuk telpon mantan suami saya (blame me, tapi kami memang masih suka ngobrol2 sebenernya, secara rahasia karena dia ga mau ketauan sama pacar d/h simpenannya) dan ceritanya mau pamer suara gemuruh mesin-mesin si ceper-ceper yang super kenceng dan super keren itu. Saya mau pamer kegembiraan saya bisa berada di sana, mengalungi 40D (tiba-tiba jadi mini banget dibandingin lensa-lensa ‘gayung&#8217; yang betebaran di sana <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) dan berada di antara penggemar Formula 1.</p>
<p>Mantan saya ini memang dulunya partner nonton F1 lewat kaca tivi. &#8220;Sa, Kimi mesinnya jebol!&#8221; atau &#8220;Sa, Alonso keluar!&#8221; begitu yang biasanya dia teriakkan dari ruang tivi rumah saya ketika perhatian saya seringkali teralih ke isi kulkas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Memang cerita itu sudah sangat lama sih, tapi kan kami sama-sama sempet kekeuh bahwa tidak ada istilah ‘mantan&#8217; dalam persahabatan. Dan maknanya, kenangan-kenangan yang menyenangkan itu tidak akan pernah basi untuk saya.</p>
<p>Maka tadi siang juga demikian, dua orang yang saya coba telpon adalah dia dan kakak ipar saya, yang anaknya dikasih nama sama dengan nama kecil Kimi Raikonnen, Raka. Mereka adalah partner andalan saya kalau membahas F1 (Aan, kamu di mana?!). Dan dua-duanya tidak menjawab telpon saya (apes! Emang ga boleh pamer kali ya hehe). Akhirnya kedua-duanya saya sms aja (pantang menyerah! Hehe). Sms saya untuk mantan saya itu adalah begini:</p>
<p>&#8220;Payah ah&#8230; gw mau pamer suara gemuruh sepang circuit padahal&#8230;penting tuh! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> &#8220;</p>
<p>Mantan saya ini memang pernah berpesan bahwa jangan telpon kalau ngga penting-penting amat. Makanya saya tegasin di sms saya, ‘pameran&#8217; saya ini sangat penting. <em>Excitement</em> yang saya rasakan ketika mendengar suara raungan mesin, dan ledakan bak kembang api ketika mobil-mobil tersebut berbelok, luar biasa! Saya rasa akan sangat menarik berbagi perasaan ini kepada orang yang saya tahu betul juga penggemar F1 (ngga tau ya kalo sekarang ngakunya ga suka lagi. Tapi kalau dia bilang demikian pun mungkin akan saya acuhkan seperti ketika dia mengaku demikian tentang jazz. Tidak mungkin!).</p>
<p>Ketika menunggu race berikutnya dan saya duduk di atas rumput di <em>hillside </em>sepang circuit (ya, saya mengulang-ulang lokasi ini&#8230; tandanya saya benar-benar <em>excited!</em>), rupanya sms saya sudah terbalas, begini bunyinya: &#8220;Kampung lo. D&amp;$#n (&#8220;si yang tidak boleh disebut namanya) lg tidur, &#8220;</p>
<p>Ha? &#8230; hahaha&#8230; mulai lagi nih&#8230; hahaha&#8230; begitulah reaksi saya. Sayangnya saya tengah bersama orang-orang yang baru kenal saya siang itu (yang cuma tahu saya penggemar Kimi dan saya mahasiswa dari Indonesia), di <em>hillside </em>Sepang circuit. Jadi kalau saya ketawa-ketawa baca sms, pasti teman-teman satu tim saya itu (haha) pada bingung. Akhirnya ya saya balas saja sms itu dengan tidak kalah nyolotnya (hehe&#8230; ini namanya alien vs predator): &#8220;Daripada pelacur, mendingan kampung hehe.. kasian amat si lu, masih aja takut ama gw..&#8221;</p>
<p>(as I always said: perang adalah ekspresi termudah dari kecemasan)</p>
<p>Sinting memang, saya benar-benar kasar banget menyebut dia begitu. Biarlah! Saya terlalu senang untuk merasa bersalah. Gimana ngga senang, <em>wong</em> saya lagi ada di <em>hillside</em> sepang circuit kok. <em>Wong </em>baru diumumin kalau Massa mencetak waktu tercepat kok. Mana bisa saya bete?</p>
<p>Hmm, <em>but it could be something to discuss, anyway</em>. Kampung? Iya juga sih, soalnya di kampung saya di ciputat tidak ada circuit macam ini (yang ada <em>hillsidenya </em>seperti ini, yang saking deketnya dari lintasan, bisa ngelempar botol aqua ke jalan buat cari-cari perhatian Kimi), dan seumur-umur memang ini pertama kalinya saya nonton F1 live, jadi budek mendadak, dan tentu saja, jadi kampungan mendadak. Lari ke sana kemari untuk memastikan sebisa mungkin ke mana mobil merah itu pergi, berharap-harap cemas mereka berdua akan senantiasa kenceng dan aman. Bersorak-sorak ketika Massa menyalip Hamilton di depan mata, Yippie! <em>High five</em> bersama orang-orang yang berbaju merah-merah, membawa bendera gambar kuda, kami semua jadi orang kampungan. Ada yang dari <em>kampung</em> Barcelona, <em>kampung</em> Bukit Timah di Singapore, <em>kampung</em> Penang, <em>kampung &#8230;</em> . Kampung global, mbak; pernah denger? <em>Global village, </em>kan embak anak pinter pasti embak tahu lah.</p>
<p>Eh, rupanya sms saya dibalas lagi (iyalah Sa, jangan sok kaget deh. Setelah menyebut dia dengan &#8220;P&#8221; gitu, masa berharap dia adem ayem aja sih), &#8220;Gausah saling menghina pake telpon gw, gw dah cape, kontak ke hp dia, 0856789xxxx, gw lg istirahat, jangan ganggu.&#8221;</p>
<p>wah kali ini mantan saya beneran yang bales, bukan si tukang cek telponnya.</p>
<p>Duh&#8230; lagi-lagi ga boleh kelihatan senyum-senyum aneh nih&#8230; jadi ya saya balas aja: &#8220;Gw mah mau pamer ama lu d&amp;%, kaga ada urusan ama dia. MAN, THIS IS SO COOL!! GO KIMI!!&#8221;</p>
<p>Sudah lama banget rasanya; bukan saja kehilangan Kimi, Nico Rosberg, Heiki, dan kawan-kawan. Tetapi kehilangan spirit untuk nonton F1. Dulu, di 2006, saya naik sepeda dari Kolej Ibu Zain ke Hentian Kajang, sengaja pakai baju Mercedez(dulu Kimi masih McLaren) untuk nonton bareng Aan, si gila F1. Dan biasanya sms-smsan atau telpon-telponan sama sahabat saya itu untuk saling komentar tentang jagoan masing-masing (dia selalu sok ga mau kompak sama saya, menganggap Alonso lebih hebat. Who cares, Kimi lebih ganteng!). Dan di 2007, sucks! Saya kehilangan semangat itu. Kehilangan gairah minggu siang. Such a waste of year, it was. Makanya tahun ini, sebagaimana resolusi saya di tahun baru, no more penyakit-penyakit 2007 yang boleh merusak system saya lagi!!</p>
<p>So, si &#8220;anak kampung penggemar Iwan Fals yang pink ceria sok asik&#8221; ini kembali bergairah dengan F1-nya&#8230;. Silakan bete, silakan ngamuk. Tapi saya sih teteuuup&#8230; GO KIMI!!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kupukupupink.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kupukupupink.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupukupupink.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupukupupink.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kupukupupink.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kupukupupink.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kupukupupink.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kupukupupink.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kupukupupink.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kupukupupink.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kupukupupink.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kupukupupink.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=28&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/06/20/dari-hillside-sepang-circuit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/689c494f6b330d7fdc27aa4c3674663f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupukupupink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>nanggepin si shallow</title>
		<link>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/06/20/nanggepin-si-shallow/</link>
		<comments>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/06/20/nanggepin-si-shallow/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 12:22:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupukupupink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupukupupink.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[suatu hari di telpon si perempuan simpanan yang &#8216;di atas angin&#8217; itu protes begini sama saya: &#8220;gatau malu banget sih lo, masih sok-sok&#8217;an denger jazz, masih berbangga-bangga sepedahan. itu semua lo dapet dari mantanlo kan? pede banget sih lo. gw tau kok lo sebelum ketemu dia juga dengernya iwan fals dan musik2 pinggir jalan doang! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=26&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>suatu hari di telpon si perempuan simpanan yang &#8216;di atas angin&#8217; itu protes begini sama saya: &#8220;gatau malu banget sih lo, masih sok-sok&#8217;an denger jazz, masih berbangga-bangga sepedahan. itu semua lo dapet dari mantanlo kan? pede banget sih lo. gw tau kok lo sebelum ketemu dia juga dengernya iwan fals dan musik2 pinggir jalan doang! jangan sok high class deh&#8230;!&#8221;</p>
<p>Memang saya tidak pernah lupa dari mana saya belajar tentang jazz. Seperti tidak pernah lupa dari mana saya belajar memotret untuk pertama kalinya. Seperti pula tidak akan saya lupa siapa yang mengajarkan saya melempar, menangkap, memukul bola sampai saya mencintai softball. Bahkan tidak pernah lupa dari ingatan saya siapa saja orang yang begitu berjasa dalam prestasi yang pernah saya raih, Alhamdulillah. Itulah ilmu, yang tidak akan habis ketika kita membaginya. Tidak akan miskin apabila kita mensedekahkannya.</p>
<p>Papa yang mengajarkan saya memotret pertama kali menggunakan kamera SLR. Hunting pertama kami saat itu adalah Sudirman – Thamrin – Monas di waktu malam. Walau kini papa telah tiada, saya yakin ia tidak ingin saya berhenti belajar memotret hanya karena ia tidak lagi bersama saya. Ia pasti ingin ilmu yang diberikannya ke saya bermanfaat untuk saya dan juga sekitar saya. Betul-betul saya yakin bahwa sebagai orang yang berilmu pengetahuan, maka apabila ilmunya dapat ia bagi kepada saya, dan kemudian berguna bagi saya, pastilah papa bangga dan bersyukur.</p>
<p>Demikian pula dengan jazz. Terima kasih karena telah memperkenalkan musik yang sangat menarik bagi saya ini. Saya ingat betul pelajaran demi pelajaran, mulai dari mendengarkan Take Five (komposisi pertama yang bisa diterima kuping saya) sampai luruh mendengar Alabama dari John Coltrane. Mulai dari kerennya Spain sampai romantisme kami dengan Koln Concert. Mulai dari membedakan suara alto sax dengan tenor sax sampai mempelajari perbedaan gaya Monk dengan Bill Evans dalam “Round Midnight” mereka masing-masing. Semua diskusi tentang LMO (Liberation Music Orchestra) yang anti pemerintah amerika sampai “Olatunji”. Ilmu, mana bisa ia berhenti di tempat? Ilmu pengetahuan tidak bisa berhenti di tempat. Seperti Henry Ford pernah berkata bahwa seorang guru tidak pernah tahu sampai mana ilmu pengetahuan yang diajarkannya berujung. Begitu juga kamu yang telah memperkenalkan saya kepada jazz, saya yakin kamu tidak menginginkan saya berhenti mendengarkannya. Apa pula alasannya kalau ternyata kamu ingin demikian? Kamu telah menjadi guru dan ilmu yang telah kamu bagi kepada saya, mengapa kamu ingin tarik kembali? Dan apa kamu pikir bisa untuk ditarik kembali?</p>
<p>Saya juga ingat bagaimana saya pelan-pelan belajar untuk menjadi pengendara sepeda. Bukan saya tidak bisa bersepeda, tapi sebelumnya memang tidak kepikiran untuk bersepeda dengan rute: rumah (ciputat) – pintu1 senayan (dilanjutkan dengan latihan) – rumah (kalau tidak dijemput si Uno) atau rute pagi: rumah – sektor 9 bintaro – rumah. Selain bikin badan sedikit meramping, sepeda memberi daya tarik yang sangat mudah untuk saya cintai. Pertama, nyelap-nyelip di antara kemacetan mobil dan kalau sabtu siang bisa lebih cepat naik sepeda daripada naik bis kalau ke senayan. Kedua, karena bisa keserempet angkot atau nabrak gerobak (hehehe…pengalaman pribadi tuh), dan ketiga karena punya alasan kuat untuk hujan-hujanan =P dan akhirnya bisa ngeceng-ngeceng sambil digodain tukang ojek hehehe<br />
Tanjakan, turunan, jalan berlubang, kotor-kotoran, nyuci sepeda, ngelap sepeda sambil nyanyi-nyayi… asli saya tidak bisa berpura-pura bahwa saat ini saya tidak rindu bersepeda.<br />
Dan itu semua memang diperkenalkannya kepada saya, seakan ia memang mempersiapkan saya untuk menjadi pengendara solo yang harus bisa ganti ban atau bongkar pasang spare part sendiri. Dan ketika saya bisa, sebagai guru pastilah ia bangga. Maka, mana mungkin kalau saya berhenti mengenjot sepeda maka ia akan senang? Atau berharap agar saya tidak bersepeda lagi?! Tak ada guru yang demikian mentalitasnya, saya yakin.</p>
<p>Saya menyebutnya sebagai “the wisdom of knowledge”. Di mana ilmulah harta yang tidak akan habis dan tidak akan berhenti efeknya (dan tidak dapat dikembalikan pula) walaupun segala tali telah terputus.<br />
Saya yang menerima, pasti merasa sangat rugi apabila ilmu yang telah saya pelajari dan membawa dampak positif pada diri saya, harus saya hentikan. Sementara si suhu itu, pastilah bahagia dan bangga apabila mengetahui ilmunya dapat memberikan perubahan yang positif bagi orang yang dibaginya.</p>
<p>Maka, apabila kamu mempunyai ilmu, dan ilmu itu adalah ilmu berharga yang dapat kamu bagi, mana bisa kamu mengatakan: “Hei nisa, gatau diri amat sih, kenapa masih dengar jazz juga? Kenapa masih sepedahan juga? … Mengapa masih motret juga?”</p>
<p>***<br />
maka saya menjawab ocehannya di telpon itu dengan tawa dan&#8230; &#8220;jiwa gw di mana-mana, di jalanan yang lo lewatin, lo akan liat gw terus. lo denger iwan fals, lo inget gw. lo liat sepeda, lo juga akan inget gw&#8230;&#8221;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kupukupupink.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kupukupupink.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupukupupink.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupukupupink.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kupukupupink.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kupukupupink.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kupukupupink.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kupukupupink.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kupukupupink.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kupukupupink.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kupukupupink.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kupukupupink.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=26&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/06/20/nanggepin-si-shallow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/689c494f6b330d7fdc27aa4c3674663f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupukupupink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kemarin&#8230; tinggalkan&#8230;</title>
		<link>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/06/20/kemarin-tinggalkan/</link>
		<comments>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/06/20/kemarin-tinggalkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 12:11:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupukupupink</dc:creator>
				<category><![CDATA[nikah & cerai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupukupupink.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[teman-teman,
akhirnya kami bercerai secara resmi pada 14 Februari 2008.
selepas maghrib mantan suami saya menelpon. karena saat itu kami tidak berada di kota yang sama, maka saya tidak hadir persidangan sama sekali (ada 3 kali persidangan, menurut surat panggilan pengadilan yang sampai ke rumah saya).
dan 15 februari 2008 saya &#8216;curhat&#8217; dan&#8230; baca aja deh =P
14 february [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=25&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>teman-teman,</p>
<p>akhirnya kami bercerai secara resmi pada 14 Februari 2008.</p>
<p>selepas maghrib mantan suami saya menelpon. karena saat itu kami tidak berada di kota yang sama, maka saya tidak hadir persidangan sama sekali (ada 3 kali persidangan, menurut surat panggilan pengadilan yang sampai ke rumah saya).</p>
<p>dan 15 februari 2008 saya &#8216;curhat&#8217; dan&#8230; baca aja deh =P</p>
<p>14 february was yesterday.</p>
<p>i walked from faculty to my dorm &#8211; was yesterday afternoon.</p>
<p>i chanted the requiem &#8211; was yesterday morning.</p>
<p>i asked God to stop the time, or reverse it instead of moving it forward</p>
<p>- was yesterday evening.</p>
<p>i said i was so sorry for every single little thing that i made wrong</p>
<p>- was yesterday evening.</p>
<p>i took twice as much cough syrup than i should so that i could sleep</p>
<p>- was yesterday midnight.</p>
<p>i didn&#8217;t resist my tongue saying how much i missed the voice, the laugh, the jokes, the conversation, everything &#8211; was yesterday evening.</p>
<p>i said thankyou with all my heart and soul &#8211; was yesterday morning afternoon evening and night.</p>
<p>i asked God to take good care of me &#8211; was yesterday before i closed my eyes.</p>
<p>now, you may go &#8230;</p>
<p>so long my beloved best friend</p>
<p>&#8230;</p>
<p>and He really does taking good care of me, terima kasih doanya teman-teman =)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kupukupupink.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kupukupupink.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupukupupink.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupukupupink.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kupukupupink.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kupukupupink.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kupukupupink.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kupukupupink.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kupukupupink.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kupukupupink.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kupukupupink.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kupukupupink.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=25&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupukupupink.wordpress.com/2008/06/20/kemarin-tinggalkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/689c494f6b330d7fdc27aa4c3674663f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupukupupink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>satu malam di jembatan gang</title>
		<link>http://kupukupupink.wordpress.com/2007/12/10/satu-malam-di-jembatan-gang/</link>
		<comments>http://kupukupupink.wordpress.com/2007/12/10/satu-malam-di-jembatan-gang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 03:26:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupukupupink</dc:creator>
				<category><![CDATA[reborn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupukupupink.wordpress.com/2007/12/10/satu-malam-di-jembatan-gang/</guid>
		<description><![CDATA[setelah tidak bertemu selama hampir 4 bulan, akhirnya semalam mantan suami saya mengajak bertemu. mendadak dan tanpa perlu sok menolak (yang ini adalah kebiasaan perempuan yang tidak pernah saya ikuti, kalau mau ya mau kalau nolak ya nolak), saya iya-kan pertemuan itu.
sahabat saya yang kebetulan lagi chat sempet bilang: &#8220;dandan yang cantik, gih!&#8221; dan saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=22&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>setelah tidak bertemu selama hampir 4 bulan, akhirnya semalam mantan suami saya mengajak bertemu. mendadak dan tanpa perlu sok menolak (yang ini adalah kebiasaan perempuan yang tidak pernah saya ikuti, kalau mau ya mau kalau nolak ya nolak), saya iya-kan pertemuan itu.</p>
<p>sahabat saya yang kebetulan lagi chat sempet bilang: &#8220;dandan yang cantik, gih!&#8221; dan saya lagi-lagi tertawa menanggapinya. saya? cantik? ngga bisa diapa-apain lagi lah kalau soal penampilan =)</p>
<p>akhirnya sayapergi  dengan kaos hitam dengan foto keluarga simpsons di bagian depannya dan celana pendek lusuh kotak-kotak andalan. dia selalu mengenal saya, apa adanya, dan pertemuan kali ini adalah suatu acara natural saja, tidak perlu dimeriahkan dengan kostum spesial apapun.</p>
<p>saya yang telah terbiasa waspada setiap bertemu atau berbicara di telpon dengannya berkali-kali berkata: &#8220;ayo, sampaikan aja amarah atau protes kamu. aku siap kok ditembak lagi&#8230;&#8221; dengan nada datar. tetapi ia selalu menjawab dengan kalimat serupa: &#8220;ngga kok, aku cuma pengen ketemu, kita udah lama ga ketemu. dan aku pengen tau aja kamu gimana sekarang&#8230; ternyata makin lucu.&#8221;</p>
<p>kemudian ia mencoba untuk tidak membicarakan administrasi perceraian kami&#8230; tetapi saya tidak mau terbawa arusnya. saya tetap sampaikan bahwa walaupun secara agama kami telah bercerai, tetap secara hukum negara kami belum resmi dan bertanya lagi dan lagi kenapa ia tidak pernah bersungguh-sungguh menyelesaikannya. &#8220;Alasan sibuk kamu sudah tidak bisa ditolerir lagi,&#8221; begitu kata saya pelan tanpa melibatkan emosi yang tengah membara di hati saya.</p>
<p>dan kamipun meninggalkan Pizza Hut tempat kami bertemu. selanjutnya adalah keliling-keliling kawasan &#8216;neighborhood&#8217; saya dengan naik motor. sampai akhirnya kami memutuskan untuk berhenti di suatu tepi jalan kecil (gang), duduk di bawah lampu jalan yang semakin rapuh dengan sinar yang hampir tidak berbekas di tanah. saya menyilakan kaki di jembatan itu, berhadapan dengannya yang terlalu mudah melepaskan airmata dari pelupuk matanya yang lelah. ia nampak lelah, tapi saya tidak bisa lagi mengasihaninya. saya selalu mengajarkan fikiran dan hati saya dengan doktrin: &#8220;dia sudah bahagia, mendapatkan perempuan yang dicintainya&#8230;&#8221;. saya memang tidak pernah benar-benar tahu apakah dia bahagia, saya buta tentang kesibukan dan aktivitas hariannya. tetapi saya putuskan untuk benar-benar tidak mau tahu.</p>
<p>ia menangisi saya. perempuan yang ditinggalkannya, dibuangnya dan digantikan tempatnya dengan perempuan lain yang lebih berpotensi untuk menjadi jauh mendekati sempurna. &#8220;kenapa harus kamu yang aku sia-siakan?&#8221; rintihnya. dan saya menjawab: &#8220;lalu, apa kamu pikir ada orang lain yang layak berada di tempatku? tidak satupun orang pantas untuk dibuang,&#8230;&#8221; ujar saya pelan tanpa ragu menatap matanya yang menghindari saya.</p>
<p>malam itu, semalam, kami berbincang-bincang dengan begitu damainya. sesekali saya melontarkan lelucon-lelucon &#8216;garing&#8217; yang membuat kami tertawa, saya merasa masih begitu mengenalnya walaupun begitu banyak langkah dan keputusannya yang tidak bisa saya pahami. tetapi saya tetap tidak mengeluarkan air mata, saya tidak marah ketika mengatakan betapa sakitnya hati saya. saya tidak berteriak atau membentak ketika saya menyampaikan betapa tidak pernah sekalipun dalam hidup saya ada orang yang membuang dan menghina saya. dan saya pun tidak merasa bangga ketika dengan bersimbuh airmata ia mengatakan: &#8220;kamu hebat sekali, berjuang sampai akhir untuk mempertahankan pernikahan kita&#8230;&#8221;</p>
<p>tidak ada satu emosi yang menguasai saya malam itu, di jembatan di suatu gang. tidak ada airmata yang tak tertahankan, tidak ada marah yang tak teredamkan, dan tidak ada sedih yang tak terabaikan. saya hanya bisa mengatakan: &#8220;jangan menangis, setidaknya jangan menangis di hadapanku,&#8230; karena aku tidak mau menyesal membiarkanmu pergi&#8230;&#8221;</p>
<p>barulah ketika kami berpisah, saya kembali ke rumah dan tundukkan kepala saya dengan kening yang selevel dengan kaki, saya menitikkan airmata di atas sajadah biru. dalam shalat isya saya semalam, saya haturkan rasa terima kasih saya yang begitu besar kepada Gusti Allah, yang begitu bersungguh-sungguh menjaga saya, merawat luka saya, dan memelihara saya sehingga satu malam itu, semalam, di jembatan di suatu gang, saya bisa tenang dan ramah menghadapinya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kupukupupink.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kupukupupink.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupukupupink.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupukupupink.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kupukupupink.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kupukupupink.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kupukupupink.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kupukupupink.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kupukupupink.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kupukupupink.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kupukupupink.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kupukupupink.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupukupupink.wordpress.com&blog=1862985&post=22&subd=kupukupupink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupukupupink.wordpress.com/2007/12/10/satu-malam-di-jembatan-gang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/689c494f6b330d7fdc27aa4c3674663f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupukupupink</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>