email untuk (mantan) suami yang saya kirimkan bulan April 2007 ketika sudah mulai serius berselingkuh

ketika untuk pertama kalinya Jibril mensuarakan “Iqra” kepada Muhammad di Gua Hira’, Muhammad merasa ragu apakah orang akan percaya bahwa dia telah mendapat wahyu, atau mereka hanya akan menganggap dirinya gila.
ketika saat Khadijah mendengar cerita sang Rasul, istri yang sangat cerdas dan rasional itupun mengatakan: Kalaupun ada di dunia ini yang menganggap kamu gila, maka aku tidak termasuk diantara mereka. aku mempercayai perkataanmu, Muhammad.

sepotong kisah itu sangat penuh inspirasi.
selama ini aku seringkali melihatmu mengambil jalan yang membingungkan. tetapi aku tidak mau dan tidak akan pernah mencoba membunuh aspirasi dan impianmu. sebaliknya, segila apapun itu, aku selalu merasa bahwa itulah makna keberadaanku untuk seorang suamiku, hanya seorang, bukan siapa-siapa.
itulah mengapa, aku merasa begitu berartinya kebersamaan kita.

selanjutnya kisah yang lain adalah ketika Rasulullah wafat, begitu banyak orang meratapinya. tetapi Umar, sahabat beliau mengingatkan sepenggal ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Muhammad adalah manusia biasa.
dan apalagi kamu, suamiku.

Betapa manusia biasanya engkau.
no one will ever love you like i do, suamiku. Aku pastikan itu

jadi jangan pernah tinggalkan aku, karena kamu akan sedih, kamu akan kehilangan begitu banyak hal yang sepatutnya bisa dicapai bersama-sama denganku

oleh karena itu,
jangan bertingkah aneh-aneh, jangan sembarangan memperlakukanku. karena itu hanya membuat kamu semakin kehilanganku, merindukanku.

sementara aku di sini masih tidak menyerah, tidak patah walau menjadi korban kejahatanmu.

bagaimana dengan kamu?
semoga kamu lekas sembuh

regards,
istrimu

(hidup memang sulit, kan?)

Leave a Reply